Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-365 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

irman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

 

Ada seseorang yang selalu mempertanyakan apa tujuan Tuhan mau berinkarnasi menjadi manusia?

Suatu hari kala musim dingin dan bersalju orang ini mendengar beberapa ketukan di jendela kaca, ternyata seekor burung yang kedinginan terbang dan menubruk jendela kacanya. Segera dibukanya pintu rumahnya dan berharap burung tersebut masuk kedalam rumahnya yang lebih hangat dari udara di luar. Dia juga berusaha memegang burung tersebut tapi tidak berhasil. Kemudian dia berpikir seandainya dia bisa menjadi burung tentunya dia bisa memberi tahu burung tadi supaya bisa masuk ke rumah melalui pintu. Akhirnya orang itu sadar dan mendapat jawaban bahwa Firman menjadi manusia untuk memberi jalan kebenaran menuju ke keselamatan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman terakhir di tahun 2018 ini mengingatkan kita semua, anda dan saya bahwa Tuhan yang maha kasih mengasihi kita, mau berinkarnasi menjadi manusia untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan membawa keselamatan yang dijanjikan melalui jalan kebenaran yg ditunjukkan oleh diri-Nya melalui KASIH.

Kita yang masih saja kadang lengah hendaknya selalu ingat pada salib, bukti kasih Tuhan pada kita agar kita selalu memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita.

Selamat menjalani tahun yang baru dengan harapan agar kita semua mempunyai relasi yang makin lebih dekat Tuhan, dan agar perbuatan kita makin berkenan pada-Nya. Amin.

%d bloggers like this: