Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-35 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu (Markus 5:5)

 

Surat kepada orang Ibrani menggambarkan betapa banyaknya tokoh iman, dan betapa luar biasa pengalaman-pengalaman yang mereka alami. Karena iman mereka yang besar kepada Allah, mereka mengambil resiko besar dan akhirnya mendapat ganjaran yang besar pula: kuasa Allah menyertai mereka untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan, menutup mulut singa-singa, dan sebagainya.

Sebaliknya dalam Injil hari ini, disebutkan bahwa saat Yesus mendarat seusai meredakan angin ribut, Ia disambut oleh seorang yang kerasukan setan Legion. Digambarkan pula bahwa orang yang kerasukan tersebut mempunyai kekuatan melebihi kekuatan manusia biasa: memutuskan rantai, memusnahkan belenggu. Namun kuasa gelap ini ternyata berusaha melukai orang itu sendiri, siang malam ia berteriak-teriak memukul-mukul dirinya sendiri dengan batu.

Ternyata keberadaan roh-roh jahat tidak berhenti sampai jaman Yesus saja. Sampai hari ini pun dapat kita masih mendengar kisah/kesaksian tentang keberadaan roh yang bukan berasal dari Allah. Walaupun disertai kemampuan supranatural, contohnya tenaga yang sangat kuat atau kebal terhadap benda tajam, pada akhirnya kuasa roh tersebut akan melukai bukannya membawa kedamaian.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-35 ini mengajak kita untuk mengingat kembali bahwa kuasa Allah nyata bukan hanya di jaman dahulu, namun juga sampai jaman modern ini. Manifestasi Roh Kudus akan membawa kedamaian, bukannya kehancuran. Roh Kudus memberikan kekuatan, keberanian, hikmat, kebijaksanaan untuk menumbuhkembangkan gereja-Nya.

%d bloggers like this: