Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-7 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.” (1 Yohanes 3:23)

 

Saling mengasihi adalah perintah yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita, dan justru ini adalah salah satu dari dua perintah utama yang diberikan. Saling mengasihi berarti siap-sedia untuk mengasihi maupun dikasihi. Dan dikasihi oleh orang lain, bukan berarti cuma mau menerima yang enak-enak saja, misalnya: seperti diberi hadiah, ditraktir, ditemani, dll. Tapi yang juga termasuk tindakah kasih adalah memberi teguran, kritik yang membangun dan memberi nasihat.

Apabila mengasihi adalah salah satu dari perintah utama Tuhan Yesus, berarti perintah tsb sangat penting sekali. Tapi bagaimana caranya supaya kita tahu apakah kita sudah top dalam mengasihi atau belom?

Sebuah pengalaman pribadi, saya pernah mendapat teguran dari seseorang. Dengan mengatasnamakan “kasih”, orang tersebut bermaksud baik untuk memberikan teguran dan masukan buat kami semua dan justru menganjurkan kita semua untuk juga berbuat yang sama saling memberi input. Tetapi sejalan dengan waktu, saat salah seorang teman saya berusaha untuk memberikan input kepada orang tsb, duh, diluar sangka kami, ia lalu tersinggung luar biasa.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-7 ini, sampai sejauh mana kita sudah mampu untuk saling mengasihi? Kuncinya adalah untuk tetap mempraktekkannya. Lawan dari kata “kasih” adalah “ego” atau harga diri. Semakin tinggi harga diri seseorang, sayangnya akan semakin susah bagi orang tsb untuk mengasihi orang lain. Sebaliknya semakin seseorang rendah hati, semakin ia juga gampang untuk mengasihi, dan semakin ia gampang untuk melihat karya Tuhan di dalam hidupnya.

Semoga semakin hari kita justru semakin gampang untuk mengasihi teman-teman atau saudara-saudara kita, sebab hanya dengan demikian kita dapat dikenal sebagai murid-murid Tuhan Yesus.

%d bloggers like this: