Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-8 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepadaKu; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud” (Yesaya 55:3)

 

Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi dalam kita berelasi adalah kurangnya kemauan & kemampuan kita untuk mendengarkan. Sesungguhnya ketika kita dengan rendah hati mau mendengarkan, yang akan terjadi adalah : 1) kita belajar/mengetahui sesuatu yang baru; 2) kita diingatkan akan sesuatu (entah kita diluputkan, ditegur, atau dikuatkan).

Seringkali ketika kita berdoa, kita yang berbicara pada Tuhan. Namun ketika Tuhan mulai mau berbicara, kita sudah tertidur, atau tenggelam/sibuk dalam aktivitas kita. Ketika berbicara dengan orang tua kita, kita hanya mendengar lalu cepat-cepat merespon/membalas mereka.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-8 ini, maukah kita belajar untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mendengarkan? Kemampuan mendengarkan tidak hanya akan mempengaruhi hubungan kita dengan orang di sekeliling kita, tapi juga dengan Tuhan.

Dengan kita memberi waktu & perhatian pada apa yang kita dengarkan, kita memberi kesempatan diri kita untuk berdialog dengan Tuhan, dalam situasi ini “apa yang Tuhan akan katakan pada kita & lewat kita?” ( ajakan utk bersyukur, mengampuni,  bersabar, percaya bahwa pengharapan padaNya tdak mengecewakan? )

Tuhan, Engkau adalah kasih; suaraMu adalah sabda yang memimpin hidup kami kepada hal-hal berbuah kasih, sukacita & kebenaran 🙏🏻

%d bloggers like this: