Refleksi Harian Epiphany – Halaman ke-53 dari 365 halaman dalam tahun

“Lalu Yesus melarang murid-muridNya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.”  (Mat 16:20)

Pada bacaan injil hari ini yang akan kita renungkan, Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya (dan juga kepada kita semua)  “menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Yesus melarang di sini bukan dalam arti kita jadi ga usah bersaksi kebaikanNya karena yang lebih penting buat Yesus adalah bukan Dia menjadi terkenal, dan kemudahan dlm tugas pewartaanNya tapi fokus Yesus adalah pengalaman pribadi masing2 kita bersama Dia dlm perjalanan hidup ini.

Seorang Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya : Seperti apa Yesus itu? ” Untuk memudahkannya, kalian gunakan ayah kalian sebagai pijakan pola pikir ilustratif ” ujar guru tersebut.

Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. “Yesus itu  Dokter!” ujar seorg anak yang papanya adalah dokter. “Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!” “Yesus itu Guru!” ujar anak yang lain. “Dia selalu mengajarkan kita utk melakukan yg baik & benar.”

“Yesus adalah Hakim! ” ujar seorg anak yang papanya adalah hakim dengan bangga, “Ia adil & memutuskan segala perkara di bumi.”

“Yesus itu Raja! Yesus itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya & berikan!” ujar seorang anak konglomerat.
Guru itu tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Yesus dengan semangat.

Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja & nampak risih mendengar jawaban anak-anak lain. “Eddy, menurut kamu siapa Yesus itu? ” ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu, anak ini tidak seberuntung anak-anak yang lain dalam hal ekonomi & cenderung lebih tertutup. Eddy hampir-hampir tidak mengangkat mukanya dan suaranya begitu pelan waktu menjawab, “Ayah saya seorang Pemulung.. Jadi saya pikir.. Yesus itu Seorang Pemulung Ulung”

Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengarnya, “Mengapa kamu samakan Yesus dgn Pemulung?” Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya & menatap ke sekeliling sblm akhirnya menjawab, “Karena Dia memungut sampah yang tidak berguna, kotor dengan dosa.. Seperti Eddy & mejadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya.”

Di halaman 53 ini, siapakah Yesus bagimu? Yesus hadir & menyapa kita secara personal. Mari kita buka hati, dan percaya bahwa pengalaman apapun yang kita alami, adalah kesempatan bagi kita untuk mengenal Dia lebih baik setiap hari. Amen.

%d bloggers like this: