Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-348 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya” (Matius 11:19)

 

Beberapa tahun yang lalu teman saya yang sudah 10 tahun menjadi tetangga dengan kami memutuskan untuk pindah ke daerah lain. Ia lalu menyewakan rumahnya ke orang lain. Saat pertama kali bertemu dengan tetangga baru, saya jujur rada kaget. Karena penampilan dari luar, saya lalu berbisik ke istri saya, mereka kok kelihatan seperti gembel. Ternyata setelah diberi tau oleh teman ex-tetangga, mereka ternyata adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

Terlalu cepat berkomentar, asal ngomong, menilai cuma dari tampak luar, itulah yang sering terjadi, padahal orang yang berkomentar belum tentu mengerti betul apa yang terjadi. Termasuk saya sendiri juga sering melakukannya. Itu juga yang terjadi oleh bangsa Israel saat Matius menulis ayat hari ini.

Atau coba kita lihat contoh lainnya. Di Sydney ada group orang awam Katolik yang suka pergi pub (bar). Saya dan teman-teman langsung berpikir, mereka pasti memberi contoh yang tidak baik, masa orang Katolik suka pergi minum-minum alkohol. Tapi ternyata di bar tersebut, mereka mengadakan katekisasi atau open discussion dengan pengunjung tentang ajaran agama Katolik.

Orang yang sering pergi ke bar, sering diberi label tidak baik, padahal belum tentu mereka ke sana untuk pesta alkohol. Sebaliknya, apabila ada seseorang yang sering pergi ke rumah ibadah, orang akan berpikir pastilah orang itu suci dan baik. Padahal belum tentu.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-348 ini, sebagai persiapan masa Adven, semoga kita tidak seperti orang-orang bangsa Israel yang cepat mulut dari pada telinga dan tangan. Orang yang terlalu cepat berkomentar negatif atau mengkritik, biasanya kurang mau mendengar atau kurang mau menolong. Sebaliknya, apabila kita yang menerima kritikan, jangan sampai itu menggoyahkan iman kita. Hari ini kita tahu, Tuhan Yesus pun semasa hidupnya juga sering menerima kritikan. Tugas kita adalah untuk tetap melakukan bagian kita, yaitu mengikuti ajaran Tuhan Yesus.