Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-25 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka” (Markus 16:17)

 

Ada banyak sekali tanda-tanda yang menyertai orang-orang yang sudah menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Salah satunya adalah mereka akan berbicara dengan bahasa-bahasa baru. Walaupun banyak orang mengartikan “bahasa baru” tersebut itu adalah bahasa lidah (bahasa Roh), tapi menurut saya pribadi, bahasa baru itu bentuknya bisa berbagai macam.

Contohnya, Beni, bukan nama sebenarnya, sebelum ia benar-benar percaya dan ikut Tuhan Yesus, saat dia berbicara, percaya atau tidak, di tiap kalimat, pasti ada paling engga ada 2-3 selingan umpatan (swearing), berbagai nama kotoran manusia atau nama binatang. Jadi kalau ngobrol dengan Beni selama 30 menit, bisa-bisa semua penghuni di kebun binatang sudah diucapkannya.

Lain cerita dengan Carol, tiap kali ngobrol dengannya, ia terdengar negative dan madesu (alias masa depan suram), jadi kita yang mendengarpun akan merasa depresi.

Namun setelah mereka ikut Tuhan Yesus, cara bicara mereka terdengar beda. Mungkin tidak 100%, tapi saya yang berbicara dengan mereka sungguh merasakan bedanya. Sering kali saya menanyakan hal ini pada mereka, namun orang yang bersangkutan bahkan tak menyadari perbedaan cara bicara ini. Bukankah hal yang sama juga terjadi pada St Paulus? Ia yang tadinya menghujat Yesus, sekarang ikut memberitakan kabar gembira, sehingga orang-orang yang mendengar jadi heran (bacaan pertama Kis 9:21).

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-25 ini, pernahkan anda mendengar sebuah perubahan positif di dalam diri teman atau saudara anda? Dari bahasa tubuhnya, atau bahkan dari cara bicara sehari-harinya? Kita sebagai umat satu Gereja jangan sampai malah ngegossipin atau mengata-ngatai sok suci!!! Tapi tugas kita adalah untuk terus mendoakan mereka, jangan lupa untuk memberi peneguhan dan memberi support satu sama lain.