Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-122 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Kisah Para Rasul 5:29)

 

St Athanasius yang Gereja rayakan pagi ini adalah salah satu pejuang gigih dalam mengajarkan ke-Allah-an Yesus dan Tri Tunggal Maha Kudus. Hidup di sekitar abad ke-3, beliau dikenal sebagai penentang ajaran-ajaran sesat pada masa itu, salah satunya ajaran Aranisme yang bahkan merebak sampai ke dalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut ajaran ini. Walaupun harus berulang kali mengasingkan diri karena dikejar-kejar untuk dibunuh, beliau tidak pernah undur dari perjuangannya. Sampai beberapa tahun setelah beliau wafat, akhirnya Konsili Konstantinopel memutuskan bahwa ajaran Aranisme adalah sesat.

Tidakkah kisah hidup beliau adalah bukti nyata Firman Allah yang hidup seiiring dengan kutipan bacaan pertama imbauan Rasul Petrus yang berkata, ‘Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia?’

Saya teringat sharing seorang sahabat di satu komunitas yang menceritakan bagaimana dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena tidak sesuai dengan iman Katoliknya. Walaupun saat itu ia menyadari bahwa istrinya sedang hamil, dan banyak tanggungan lain yang ia harus hadapi. Tetapi imannya akan Kristus Yesus, tidak tergantikan!

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-122, di Injil pagi ini tertulis, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup” (ayat 36).

Bagaimana dengan kita semua? Masih adakah iman di muka bumi ini untuk mengaku dan percaya bahwa Yesus adalah Allah? Di dalam Dia, ada kehidupan kekal! Tugas kita semua adalah mewartakanNya. Tuhan memberkati