Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-333 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Lukas 21:28)

 

Alkisah ada sekelompok orang yang terdampar di sebuah pulau terpencil. Mereka menetap di dalam hutan. Setelah satu tahun persediaan makanan mereka habis dan terpaksalah mereka untuk pindah. Sebagian besar anggota mau pindah ke daerah pantai karena dekat dan ada banyak ikan yang bisa ditangkap. Tapi dua orang tidak setuju karena mereka ingat kalau pantai pulau itu sangat berbahaya, banyak tebing dan ikan hiu yang berkeliaran. Pasangan ini mengusulkan naik lebih jauh ke atas lembah dengan harapan banyak tanaman buah dan tanah yang subur.

Semua orang mencemooh kedua orang ini, mengatai mereka bodoh karena memilih jalan yang susah dan jauh, lalu meninggalkan mereka. Kedua orang ini mulai berjalan kearah lembah menempuh perjalanan yang sulit. Jalur ini berminggu-minggu mereka tempuh. Perasaan capek, galau, kesedihan dan keputusasaan mereka alami. Tapi di minggu ketiga mereka menemukan sebuah desa di atas lembah dan makanan yang berkelimpahan. Kelompok yang satu lagi memang sampai ke pantai dalam waktu tiga hari, tapi nasib mereka kurang baik karena ada tsunami yang melanda pulau itu. Merekapun binasa.

Perjalanan kita sebagai seorang Katolik terkadang seperti pasangan yang ngotot naik ke lembah. Setia kepada iman kita tidaklah mudah, terutama karena banyak kepercayaan kita yang tidak selaras dengan paham mayoritas di negara sekuler tempat kita tinggal ini. Meski kita sama-sama mencari kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup, jalan yang kita tempuh sangatlah berbeda. Kebahagiaan abadi yang kita kejar tidak selalu nampak, sering terasa jauh dan membuat kita lelah.

Bacaan refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-333 ini mengingatkan kita kalau akan datang masa pembalasan dimana orang-orang yang menolak Tuhan akan binasa. Sedangkan kita yang percaya dan setia akan diselamatkan.

Mungkin ada di antara kita yang saat ini merasa lelah, ‘down’, frustrasi atau putus asa. Teruslah berjalan maju ke depan, meski sulit dan tampak mustahil, pada akhirnya Tuhan akan membangkitkan kita dan membawa kita ke dalam persatuan kasih yang abadi denganNya.