Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-287 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudara laki-laki atau saudara perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anak atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada jaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal” (Markus 10:29-30)

 

Perikop ini diterangkan kepada Petrus untuk menjelaskan upah mengikuti Yesus. Yesus mau meyakinkan bahwa orang yang mau melepas keterikatan-keterikatan duniawi demi mengikuti diri-Nya dan Injil akan diganjar 100 kali lipat. Bagi seorang ekonom, pernyataan ini menarik karena akan memberikan untung besar, tetapi kita tidak dapat melihatnya dari kata per katanya saja.

Sepasang suami istri pengusaha suatu hari mengambil keputusan untuk mengikuti jalan yang ditawarkan Yesus sebagai murid-murid-Nya. Suami istri ini menjadi pewarta Injil bagi kaum muda, mereka membuka rumahnya untuk kegiatan rohani anak-anak muda. Di satu sudut rumahnya dipakai anak-anak muda berlatih pujian, di lain ruangan dipakai untuk pedalaman alkitab. Di halaman rumahnya dipakai untuk bermain bola basket. Di rumahnya seakan tidak ada privasi lagi. Anak-anaknya pun kemudian bisa menerima keadaan itu dan menikmati kebersamaan yg membangun rohani mereka juga.

Keluarga ini hidup berkecukupan, suami istri ini sering diundang ke berbagai tempat di indonesia bahkan ke luar negeri. Kegiatan komunitas mereka berjalan baik karena disupport oleh para orang tua dan donatur yang merasakan manfaat komunitas ini bagi anak-anak mereka. Pasangan pewarta ini mendapat banyak saudara dan anak-anak asuh. Mereka melepas dan mendapatkan 100 kali lipat sesuai janji Yesus!

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-287 ini mengajak kita, anda dan saya untuk keluar dari comfort zone kita, keluar dari keterikatan-keterikatan masa lalu seperti kecemasan, kekhawatiran dll untuk mau mengabarkan kabar gembira dan Injil. Yesus berjanji menyertai pelayanan kita hingga akhir jaman dan terlebih lagi janjinya akan keselamatan dalam hidup yang kekal. Amin.