Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-350 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4:4-5)

 

Nanti kalau cicilan rumahku sudah lunas, pasti aku bantu,” demikian seorang sahabat menyeletuk ketika selesai membaca selebaran gereja yang meminta sumbangan.

Ada lagi orang yang berkomentar ketika melihat pengemis di jalan, “kalau nanti saya kasih, uangnya juga akan dipakai untuk beli rokok dll yang tidak penting. Lah orang saya aja sudah hidup irit, eh malah harus kasih ke orang-orang tidak bertanggung jawab & males macam mereka… buat apa?

Di zaman sekarang kita sering mendengar alasan-alasan yang valid nan solid mengapa orang ragu untuk beramal, memberi sedekah atau menyumbang, mulai dari belum saatnya sampai takut kebaikan mereka disalahgunakan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-350 ini, apakah kita termasuk dalam kategori orang-orang yang takut akan dirugikan ketika melakukan perbuatan kasih?
Atau kita adalah orang-orang yang berani menunjukkan iman kita dengan perbuatan kasih karena kita percaya Dia yang akan datang & Dia yang kita sembah berkuasa atas hidup kita & Dialah sumber segala rahmat.

Kita akan mengalami sukacita sejati ketika kita murah hati seperti Bapa di surga murah hati, because “When we give out of love, it’s no longer about them, but it’s about us & God.