Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-232 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Tetapi Yesus menjawab: “tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Matius 15:26)

 

Ayat ini diambil dari cerita tentang seorang perempuan Kanaan yang memohon belas kasih dari Yesus untuk anak perempuannya yang menderita karena kerasukan setan. Tuhan Yesus menguji iman perempuan Kanaan dengan bahasa yang berkesan “merendahkannya ibarat seekor anjing” . Kesungguhan, semangat pantang menyerah dan imannya kepada Yesus membuat Dia mengabulkan permintaannya. Iman sang perempuan menyelamatkannya dan juga anaknya.

Pernahkah diantara kita atau sesama yang kita kenal merasa putus asa karena doa-doa permohonannya belum juga dikabulkan Tuhan meski sudah begitu besar harapannya kepada Tuhan, lalu menjadi marah dan ngambek dan luntur imannya?

Seorang santa dari Belanda yang bernama santa Lidwina dari Schiedam, lahir 18 april 1380. Pada usia 15 tahun ia mendapat kecelakaan terjatuh sewaktu bermain ice skating, yang menyebabkan dia menjadi lumpuh dan satu matanya menjadi buta. Penderitaan itu dialaminya selama 38 tahun, bahkan selama 7 tahun terakhir hidupnya, kedua matanya menjadi buta. Lidwina mempunyai devosi yang luar biasa kepada sakramen maha kudus, bahkan selama 19 tahun terakhir hidupnya tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya selain sakramen maha kudus. Lidwina mempersembahkan penderitaan hidupnya sebagai hadiah buat Yesus yang sangat dikasihinya. Ia kerap didatangi orang yang minta untuk didoakan dan selama hidupnya, Tuhan menganugerahkan penglihatan pada Lidwina tentang surga dan purgatory.

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-232, mari kita terus tumbuhkan iman kita kepada Tuhan. Jangan beri kesempatan untuk masalah dan penderitaan mengalahkan iman kita kepada Tuhan. Memang sangatlah susah dimengerti betapa penderitaan besar yang dialami santa Lidwina dapat tetap membuat dia pantang menyerah. Melalui santa Lidwina, terbukti bahwa Tuhan menjanjikan keselamatan bagi yang tetap percaya pada-Nya asalkan kita tetap taat dan setia pada-Nya.