Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-6 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Orang Majus dari timur bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:2)

 

Orang Majus kemungkinan adalah orang Babilonia karena mereka ahli dalam ilmu perbintangan. Pada masa itu suatu gejala di langit dipercaya berkaitan dengan kelahiran atau kematian tokoh-tokoh besar, dan mereka percaya bahwa mereka akan menemukan mesias yg akan ditunjukkan oleh sebuah bintang.

Bintang dapat diartikan sebagai petunjuk buat segala bangsa bukan saja untuk bangsa Yahudi tetapi juga non Yahudi.

Sebagai orang kristen pengikut Kristus, “bintang” yg membawa kita kepada sang Mesias adalah iman kita. Kita percaya bahwa Putra Allah telah lahir di dunia untuk menyelamatkan umat manusia dengan pengorbanan dan darah-Nya sebagai silih atas dosa umat manusia. Kedatangan Sang Mesias buat semua bangsa bukan hanya kaum kristen (karena waktu itu agama Kristen belum ada).

Hari ini gereja memperingati Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner Sedunia. Tuhan sudah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus, dan Dia minta kerjasama kita untuk melanjutkan misi keselamatan yang sudah Dia mulai dengan ikut berpartisipasi menyebarkan kabar gembira keselamatan ini.

Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus (bdk. bacaan ke-2).

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-6 ini mengajak kita, anda dan saya yang sudah percaya akan Kristus yang adalah jalan kebenaran dan hidup, untuk terus menerus bermisi mengabarkan karya keselamatan bagi mereka yang belum paham dan saudara seiman yang masih kurang pemahamannya agar semakin banyak orang diselamatkan. Bersama kita menyongsong terang Tuhan yang terbit buat segala mahluk di dunia. Amin.