Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-72 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. (Lukas 11:30)

 

Seperti biasanya bacaan pertama mendukung bacaan injil. Hari ini bacaan pertama menceritakan nabi Yunus yang dipanggil Tuhan untuk mempertobatkan kota Niniwe.

Pada awalnya Yunus menolak dan pergi ke Tarsis. Yunus tahu bahwa Tuhan mengasihi orang-orang Niniwe, menurut pikirannya sudah seharusnyalah kota itu dihukum Tuhan karena dosa-dosa mereka. Melalui “teguran” Tuhan akhirnya Yunus mempertobatkan Niniwe dan mereka selamat.

Sedangkan di bacaan injil, Yesus memperingatkan orang Farisi dan ahli taurat yang berkeras hati tidak mau bertobat. Mereka keras hati dan menuntut tanda-tanda padahal sudah jelas Sang Mesias sudah hadir di antara mereka.

Seorang pemuda sebut saja namanya Randy, punya karir bagus, penghasilan tinggi, pergaulan luas, sudah seringkali diajak teman-temannya untuk aktif di persekutuan doa muda-mudi. Randy terlalu sibuk dengan dirinya dan kesenangannya, dalam kemakmuran dia lupa Tuhan-Nya.

Suatu hari setelah 3 bulan terakhir dia merasa kurang fit dan kadangkala sesak nafas dan sedikit batuk, Randy pergi ke dokter. Melalui pemeriksaan diketahui bahwa di paru-paru Randy ditemukan cancer stadium lanjut, dan dokter memperkirakan umurnya tinggal 6 bulan. Pada teman-teman dari persekutuan doa yang mengunjungi Randy, ia menyatakan dirinya bertobat dan akan melayani Tuhan bila ia diberi kesembuhan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-72 ini mengajak kita, anda dan saya dalam masa prapaskah ini untuk sungguh bertobat dan mau menyediakan diri untuk melayani Tuhan dan umat-Nya selagi punya waktu dan kesehatan yang baik. Jangan kita menunggu tanda-tanda seperti Randy, mungkin sudah terlambat dan hanya penyesalan karena tidak mengunakan kesempatan yang ada untuk melakukan perbuatan kasih.

Selamat menjalankan pantang dan puasa. Mari membina relasi yang lebih baik dengan Tuhan melalui doa dan perbuatan kasih.