BESARNYA KASIH BAPA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-200 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Semua telah diserahkan oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.” Matius 11:27

 

Dalam bacaan ini Yesus mau mengungkapkan kedekatan hubungan-Nya dengan Allah Bapa. Yesus sebagai Anak yang sangat mengenal kehendak Bapa-Nya dan betapa kasih dan kerahiman Bapa yang sangat besar bagi manusia.

Kalau dalam perjanjian lama para nabi diutus untuk menyadarkan umat israel dan seringkali gagal, maka kali ini Allah Putra sendiri yang diutus untuk menebus manusia yang berdosa agar mendapat keselamatan.

Hubungan bapa dan anaknya merupakan gambaran hubungan saling mengasihi dan saling memahami antara Bapa dan Putra karena mereka mempunyai relasi yang mendalam.

Teringat sebuah peristiwa yang masih membuat saya terharu kalau mengingatnya. Setelah diterima kuliah di Bandung selama 6 bulan saya tidak dapat pulang ke Jakarta karena harus konsentrasi pada pelajaran, sehingga saya tidak sempat membawa sepeda motor saya. Ayah saya almarhum mengirim telegram (waktu itu belum ada handphone) bahwa ayah akan bawa sepeda motor itu dan minta saya menjemput dia di stasiun kereta di Bandung.
Pada hari sabtu yang ditentukan, saya bertemu ayah saya sudah menuntun sepeda motor. Setelah menyerahkan motor, ayah lalu pamitan untuk balik ke Jakarta dengan kereta berikutnya karena ketiga adik saya masih kecil-kecil. Sambil membawa motor itu pulang saya menangis mengingat apa yang dilakukan ayah saya buat saya anaknya yang dikasihi.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-200 ini, marilah kita menyadari kasih dan kerahiman Allah Bapa yang melimpah ruah bagi kita, anda dan saya. Kalau bapa di dunia begitu mengasihi anak-anaknya, maka Allah Bapa yang di Surga pasti lebih dari pada itu. Kita dapat merasakan kasih Bapa hanya melalui perantaraan Yesus sang Mesias. Penderitaan dan kematian-Nya yang menyelamatkan kita.

Marilah kita dengan kerendahan hati berusaha memahami apa yang dinyatakan Tuhan Yesus melalui firman-firman, ajaran-ajaran-Nya dan berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya, dengan demikian kita membangun relasi yang makin mendalam dengan Tuhan Allah kita, Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.