Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-171 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” (Matius 6:1)

 

Pengertian himbauan Yesus dalam bacaan Injil hari ini sungguh menarik. Ada beberapa kawan yang mengartikan bahwa iman harus dipraktekkan secara pribadi dan tersembunyi. Ada satu kawan yang malah keluar dari komunitas karena ia merasa tidak perlu berdoa di depan umum bersama orang lain. Ada seorang kawan lagi yang terus mengkritik acara-acara rohani karena ia merasa tidak perlu bernyanyi bersama, “doa sendiri secara sunyi sudah cukup” katanya.

Mungkin mereka lupa kalau Yesus sendiri tidak hidup sendirian melainkan dengan para rasul dan murid-murid lain. Ia juga berkotbah, berdoa bersama dan berbuat baik (memberi makan) kepada 5000 orang. Banyak kegiatan rohaniNya dilakukan di depan umum dan diekspresikan kepada orang lain. Apa ini artinya Yesus itu tidak konsisten dalam pengajaranNya? Tidak!

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-171, pesan Yesus hari ini berbicara tentang motivasi kita dalam beribadah dan bersedekah. Ada orang yang melakukan ibadah dan pelayanan dengan motivasi mencari keuntungan atau kehormatan pribadi. Inilah yang dikritik oleh Yesus.

Tuhan tetap berkenan akan pelayanan kepada orang banyak yang dilakukan dengan hati tulus. Mari kita secara pribadi merenungkan apa motivasi kita dalam melakukan kewajiban agama dan mohon Roh Kudus membimbing kita untuk punya hati yang tulus melayani dan mencintai.