Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-86 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17b)

 

Memang sungguh tepat apa yang tertulis pagi ini di dalam kitab Ulangan, “Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?” ( Ulangan 4:15-16). Ketetapan 10 Perintah Allah sungguh menjadi dasar kehidupan kekristenan dewasa ini, pondasi dari hukum Kasih yang dikumandangkan Yesus.

Bagaimana tidak? Hukum Kasih melingkupi mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Ini dua hukum namun sesungguhnya adalah 1, karena di dalam mengasihi Allah tercakup unsur mengasihi sesama. Rasul Yohanes pun menekankan dalam tulisannya, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yohanes 4:20)

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-86, dalam 10 Perintah Allah, 3 perintah pertama berhubungan dengan bagaimana mengasihi Allah dan selebihnya adalah mengasihi sesama, mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Yesus TIDAK MENIADAKAN namun MENGGENAPI dengan sengsara, wafat dan kebangkitanNya! Karena Ia mengasihi Allah (dengan mengikuti kehendakNya, meminum cawan penderitaanNya), dan mengasihi sesama – darahNya yang tercurah menyelamatkan dan menebus anda dan saya! Mari kita teruskan Prapaskah ini dengan penuh pertobatan! Tuhan memberkati.