Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-312 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalananNya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:” (Lukas 14:25)

 

Berduyun-duyun berarti beramai-ramai atau bersama banyak orang, sepertinya seru bukan? Apalagi kalau dapat info ada artis yang datang ke mall A atau ada produk baru yang sedang dirilis/dipasarkan, semua orang akan rela berbondong-bondong dan saling berdesakan datang untuk sekedar melihat, atau mencari tahu, atau berharap mungkin bisa kebagian sample/tiket gratis.. siapa tahu!

Lalu apa kata Yesus tentang orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiNya? Yesus sendiri memberikan perumpamaan bahwa mengikutiNya adalah seperti orang yang membangun menara atau orang yang pergi berperang atau sampai dikatakan harus membenci saudaranya.

Mengapa demikian? Karena ikut Tuhan bukan cuma mau yang enaknya saja atau ketika hidup sedang lancar-lancar saja. Ikut Tuhan bukan supaya Dia memberi yang kita mau. Ikut Tuhan juga bukan supaya kita dihormati/dikerubuti banyak orang. Bila niat kita demikian maka Yesus katakan kita tidak dapat menjadi muridNya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-312, Tuhan Yesus menegaskan pentingnya sebuah komitmen & kerelaan hati dalam menjalankan tugas & tanggung jawab kita sebagai muridNya. Mari kita terus memohon rahmat Tuhan untuk bisa meneladaniNya dengan sepenuh hati sehingga hidup kita boleh berbuah.