Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-349 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” (Matius 17:12)

Percayakah anda kalau saya katakan sesungguhnya dalam banyak kesempatan, sebelum manusia mengalami ’sesuatu’ dalam hidupnya, sering kali sudah ada tanda-tanda. Ini sesungguhnya Tuhan sudah peringatkan, namun manusia cenderung semaunya dan tidak mengikuti kehendaknya.

Saat sedang menyetir mobil pulang dari kantor, saat itu saya harus putar balik. Dan sudah terlihat panjangnya macet yang saya harus hadapi. Saat itu saya sedang menelpon satu teman, namun di hati saya ada semacam perasaan untuk segera mematikan telpon dan sembunyikan. Saya cuekin perasaan itu dan terus saja telpon. Begitu putar balik, muncul kedua kali perasaan itu, saya pun masih cuekin. Dan benar saja, 2-3 menit kemudian saat saya masih memegang telpon dan sedang macet parah, 3 orang pakai kapak merah siap menghancurkan kaca mobil saya dan berteriak meminta HP saya. Saya diam dan kaget, satu orang memukulkan kapaknya ke kaca belakang tapi tidak terlalu keras sehingga akhirnya saya lempar HP saya ke mereka.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-349, sial bener itu mah. Tapi coba jujur dan refleksi, bukankah Tuhan sudah mengingatkan saya 2x dan saya memilih tidak mendengar suaranya?

Bacaan Injil pagi ini mengingatkan anda dan saya, bangsa Yahudi sudah diperingatkan kembali dengan tampilnya Yohanes Pembaptis untuk bertobat menyambut kedatangan Yesus. Dan ini sudah dikonfirmasi oleh Yesus sendiri bahwa sesungguhnya Yohanes Pembaptis adalah Nabi Elia, bahkan akhirnya Yesus pun ditolak.

Apa pilihan anda saat ini? Maukah kita kembali refleksi diri dan mengambil langkah pertobatan sejati menyambut hari raya kelahiran Yesus ke dunia? Tuhan memberkati