Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-5 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1 Yohanes 3:16)

 

Sebuah lagu lawas punya lirik: “Yesus cintaku, kucinta kau, Kau cinta Dia”. Cinta Yesus yang menjadi sumber dari setiap reaksi yang saya dan anda lakukan. Reaksi kita adalah untuk membagi kasih dan cinta kepada orang lain, dan mengajak mereka untuk mengenali sang Kasih sejati itu.

Karena kasihNya yang luar biasa, Yesus menyerahkan nyawaNya sebagai tebusan untuk kita. KematianNya menghidupkan kita, maka hidup yang kita hidupi bukan lagi milik kita sendiri untuk kita jalani seenak perut, tetapi menjadi milik Sang Penebus, sehingga sudah selayaknya kita pakai untuk melanjutkan hidup dan karya Yesus sendiri.

Dalam bacaan Injil hari ini, Filipus dipanggil oleh Yesus. Panggilan tersebut diresponi dengan mewartakan kabar gembira itu kepada Natanael/Bartolomeus yang kemudian juga ikut menjadi rasul Kristus. Bagaimana respon anda dan saya terhadap panggilan dan pengorbanan Kristus?

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-5 mengajak kita untuk merefleksikan apa reaksi kita terhadap kasih Yesus. Apakah kita mau mengisi tahun 2019 dengan berbagi kasih terhadap sesama?