Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-36 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Markus 5:28)

 

Perikop bacaan injil hari ini mengisahkan dua kejadian mujizat dari Yesus menghidupkan kembali anak perempuan Yairus kepala rumah ibadat dan menyembuhkan perempuan yang menderita pedarahan selama 12 tahun. Keduanya menunjukkan iman mereka kepada Yesus yang menyelamatkan persoalan mereka. Iman yang dimulai dengan percaya.

Gereja pada hari ini juga memperingati santa Agatha, seorang perawan dan martir pelindung penderita kanker payudara. Seorang gadis yang cantik dari Sicily mempersembahkan dirinya untuk Yesus, walaupun seorang gubernur Romawi memaksanya untuk dijadikan istri. Karena penolakannya, Santa Agatha diserahkan kepada mucikari, dan karena terus bertahan sebulan kemudian disiksa dengan cambuk, payudaranya di mutilasi (legenda jemaat Kristen perdana mengatakan pada malamnya Santo Petrus dan seorang malaikat Tuhan mengunjungi dan memulihkan payudaranya). Karena penderitaan dan penyiksaan akhirnya Santa Agatha meninggal di tahun 250 di Catania, Sicily tanpa mau mengingkari imannya. Banyak doa permohonan yang terkabul melalui martir suci ini.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-36 ini mengingatkan kita akan keimanan kita pada Yesus Kristus sang Mesias, penyelamat kita. Begitu banyak mujizat yang Dia buat bagi orang yang percaya dan begitu banyak martir yang rela menderita dan mati demi iman mereka kepada Yesus.

Iman pada Yesus dimulai dengan percaya, percaya walau kadang tidak paham, sebab segala sesuatu akan menjadi semakin jelas bagi orang yang sederhana yang mau percaya dan keselamatan adalah upahnya.