Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-105 dari 365 halaman tahun 2019.

 

sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.  (Yohanes 12:11)

 

Mukjijat yang dialami Lazarus tidak asing lagi untuk kita. Beliau sahabat Yesus yang sempat mati lalu dibangkitkan lagi. Karena kesaksian hidupnya, ada orang-orang yang tidak suka akan “efek samping” dari kuasa Allah yang bekerja dalam hidup Lazarus, mereka jadi kalah pamor (popularitasnya).

Dalam hidup sehari-hari, ada siswa yang dikucilkan di sekolah karena dia dibilang ga asik orangnya, tidak mau ikutan nyontek, atau bolos ramai-ramai.

Di kantor, orang yang tidak mau ikut-ikutan melobi tamu pergi ke tempat-tempat yang tabu, diejek sok suci.

Ada lagi seorang ibu yang tidak diajak ikutan arisan di kompleksnya, karena kalau ada dia ketika orang-orang lagi asik-asiknya ngegosip, ehh malah disuruh stop.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-105 ini, setiap pagi kita bisa bangun adalah hari baru dimana kita diberi kesempatan untuk bangkit & hidup benar di hadapan Tuhan. Dia melawat kita, mengasihi kita dan memberkati kita.

Apakah pilihan yang kita buat? Seperti Marta yang selalu antusias melayaniNya, seperti Maria yang tidak hitung2an ketika menjamu Yesus, seperti Yudas yang hatiNya penuh dengan keduniaan, atau seperti imam-imam kepala yang sirik, sinis dan sebel melihat kebesaran Tuhan dinyatakan dalam hidup orang-orang beriman?

Mari kita buat pilihan-pilihan yang membawa hidup kita lebih dekat dengan Tuhan!