Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-36 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“…orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” (Markus 6:56)

 

Bacaan hari ini diambil dari 1 Raja 8:1-7,9-13 & Markus 6:53-56.

Pertama kali membaca peristiwa kesembuhan karena menjamah jubah Tuhan Yesus, saat itu saya berpikir, masa sih hanya dengan hal sepele seperti menjamah jubah, lalu bisa sembuh??!! Yang bener aja. Rasanya sulit sekali dipercaya. Prinsip saya, kalau mau sembuh ya harus ke dokter, titik!

Sebuah pengalaman pribadi yang dialami oleh salah seorang anggota keluarga saya sendiri. Cici saya sempat mengeluh ada sebuah tonjolan yang tak lazim di dadanya. Tonjolan itu membuat dia khawatir sekali, karena menurut dokter itu bisa jadi adalah tumor/kanker dada. Setelah menceritakan hal tersebut ke keluarga, kami semua turut mendoakan tiap hari. Bahkan ada yang doa rosario dan novena. Di luar dugaan kami semua, beberapa minggu kemudian, saat akan ditindak lebih lanjut oleh dokter, tonjolan yang tak lazim itu bisa hilang.

Tuhan Yesus boleh digelari sebagai ‘dokter yang ajaib’ karena siapapun yang menjamah jubahNya pasti sembuh. Hanya saja, penyembuhan itu, erat kaitannya dengan iman. Di bacaan beberapa hari yang lalu, Tuhan Yesus berkata “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Markus 5:34) kepada wanita yang sembuh setelah 12 tahun menderita pendarahan hanya dengan menyentuh jubah Yesus. Sebaliknya di sebuah desa, Tuhan Yesus tak bisa melalukan banyak perbuatan ajaib, karena kurangnya iman disana (Matius 13:58)

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-36, pada masa kini, ada banyak orang yang mengalami kesembuhan saat mendoakan novena, atau melalui sakramen rekonsiliasi, atau saat misa. Karena melalui sakramen, kita yakini Tuhan Yesus hadir dan ada bersama-sama dengan kita pada saat itu.

Saya yakin kita pernah mendengar banyak cerita yang serupa. Karena itu, jangan lagi kita meremehkan kuasa doa. Tugas kita adalah berdoa dan berusaha, selanjutnya, let Jesus take control.